BELAJAR VISUAL BASIC STUDIO 2008

BELAJAR VISUAL BASIC STUDIO 2008

Apa Itu VB.NET
VB.NET adalah salah satu bahasa pemrograman Komputer Tingkat Tinggi.
Bahasa PemrogramanAdalah Perintah-perintah yang dimengerti oleh computer untuk melakukan tugas-tugas tertentu Bahasa pemrograman VB.NET dikembangkan oleh Microsoft , Merupakan Salah Satu bahasa
Pemrograman Yang Object Oriented Program(OOP) atau Pemrograman yang
berorientasi  Pada Object. Kata “Visual” menunjukkan cara yang digunakan untuk membuat Graphical User Interface (GUI). Dengan Cara ini, kita tidak perlu lagi menuliskan instruksi pemrograman dalam kode-kode
baris hanya untuk membuat sebuah Desaign Form/Aplikasi. Tetapi dengan sangat mudah yakni kita cukup melakukan Drag and drop object-object yang akan kita gunakan. VB.Net dapat kita jdaikan alat Bantu untuk membuat berbagai macam program computer. Aplikasi VB.NET hanya dapat
dijalankan pada system Operasi Windows.
2. Pemanfaatan Aplikasi VB.NET
Aplikasi yang dapat dihasilkan dengan bahasa pemrograman VB.NET antara lain :
Sistem Aplikasi Bisnis
Software Aplikasi SMS
Software Aplikasi Chatting
Permainan (Game)
Dan Lain-lain
3. Area Kerja VB.NET
Untuk Memulai VB.NET pastikan Komputer anda sudah terinstall Program yang bersangkutan yakni
Microsoft Visual Studio 2005. Pertama Kali Muncul adalah seperti gambar dibawah ini :
4. Membuat Project baru
Project Adalah Kumpulan dari Beberapa File (Form,Report,File,Module,dll) yang didalamnya
mempunyai Aturan-aturan yang berlaku terhadap project tersebut.
Untuk Membuat Project baru dapat dilakukan dengan cara :
• Pilih Menu File �� New �� Project Pada Menu Bar (Gambar 1.2 )
• Klik Icon ( ) Yang terdapat tepat di bawah Menu File pada Menu Bar (Gambar 1.3)
• Dengan menggunakan Kombinasi Tombol Yakni Tombol Ctrl + Shift + N Pada saat bersamaan
Gambar 1.2 Membuat Project baru Melalui Menu bar Gambar 1.3 Membuat Project
Gambar 1.2 Membuat Project baru Melalui Menu bar
Gambar 1.3
Membuat Project baru Melalui Toolbar
Setelah itu akan Muncul sebuah Jendela Dialog Seperti gambar dibawah ini  Gambar 1.4 Jendela Pilihan
Gambar 1.4Jendela Pilihan Pembuatan Project Baru
Untuk Membuat Project yang tipenya adalah Windows Application maka Kita Pilih Windows
Application. Lalu Tentukan Nama Solution (Dituliskan Di Kotak Name ) , Lokasi
Penyimpanan(Dituliskan di Location apabila Kita tidak Hafal Struktur Drivenya maka Sebaiknya Kita
Klik Browse lalu tentukan Dimana Letak Penyimpanan Project Kita) . Setelah Itu Tekan Tombol OK.
Maka Secara Otomatis Tercipta Folder dan beberapa file pendukung dalam pembuatan Aplikasi di
Alamat Penyimpanan Yang telah diinputkan tadi .
Gambar 1.4
Folder Tempat Penyimpanan Solution
Setelah itu kita akan Melihat sebuah lembar kerja(Tempat membuat Aplikasi) Seperti gambar dibawah ini:
Gambar 1.5
Lembar Kerja(Tempat Membuat Applikasi)
�� Menu Bar
Berisi Menu-menu yang masing-masing menu memiliki fungsi tersendiri.
�� ToolBar
Tombol-tombol Icon Yang berfungsi mewakili suatu perintah yang berada paa Menu bar.
�� ToolBox
Jendela yang mengandung semua Object atau control yang dapat di tempelkan dan dibutukan
untuk membentuk suatu program.
�� Project(Solution) Explorer
Jendela yang mengandung semua File yang ada didalam aplikasi yang akan kita buat : Contoh
Form,Module,Class,Report, dll.
�� Design View
Daerah kerja utama Untuk Mendesign program-program Aplikasi
�� Code View
Tempat Mengetikkan baris program yang menjadi istruksi-instruksi.
�� Project(Object) Properties
Jendela yang mengandung semua informasi/Sifat dari Object yang terdapat pada aplikasi yang
dibuat dan terseleksi.
5. Menjalankan(Mendebug) Aplikasi
Aplikasi yang kita buat dapat dijalankan dengan beberapa cara, Sebagai Berikut :
�� Pilih Menu Debug �� Start Debuging Pada Menu Bar (Gambar 1.6) Atau
�� Anda Bisa Menekan tombol F5 pada Keyboard Anda Atau
�� Menekan Tombol [ ] Pada ToolBar
Gambar 1.6
Menjalankan (Mendebug) Aplikasi Melalui Menu Bar
6. Menghentikan Debug Aplikasi
Untuk Menghentikan Mendebug Aplikasi dapat dilakukan dengan cara
�� Pilih Menu Debug �� Stop pada Menu Bar (Gambar 1.7) Atau
�� Dapat Menekan Kombinasi Tombol (Shift + F5) Atau
�� Meneken Tombol [ ] pada ToolBar
Gambar 1.7
Stop Debuging Melalui Menu bar
7. Membuka Project yang sudah Ada
Untuk Membuka Projek yang sudah Ada Dapat dilakukan dengan cara
�� Mendouble Klik / ( Klik Kanan �� Open) File yang ada. Atau
�� Pilih Menu �� Open �� Project/Solution (Gambar 1.8) atau
�� Klik Tombol(icon) ( ) pada ToolBox atau
�� Dapat dilakukan dengan kombinasi Tombol Ctrl + Shift + O
Gambar 1.8
Membuka Project Yang sudah Ada Melalu Menu Bar
8. Menambahkan (Menyisipkan) File
Menambahkan File(Form,Modul dll) Caranya Adalah
�� Klik Icon ( ) Pada ToolBar (Gambar 1.9). Atau
�� Klik Kanan Pada Solution Explorer Lalu Pilih Add (Gambar 1.10). Atau
�� Kombinasi Tombol

Menggunakan VirtualBox di Ubuntu

Sebelum menggunakan VirtualBox, install dahulu VirtualBox melalui cara berikut. Sekarang saatnya kita menggunakan VirtualBox.





Membuat Machine



Klik tombol New, kita akan di sambut oleh wizard Selamat Datang. Selanjutnya beri nama machine dan jenis machine. Misalnya Damn Small Linux untuk nama dan linux 2.4 untuk OS type. Selanjutnya klik Next.



Selanjutnya kita atur jumlah memory yang kita ijinkan untuk Guest OS. Tergantung dari rekomendasi Guest OS yang kita pakai, untuk Damn Small Linux misalnya minimal 128 MB tetapi bila kita memakai Ubuntu 9.04 dibutuhkan memory minimal 384 MB.

Membuat Harddisk Virtual



Selanjutnya kita akan diminta memilih jenis harddisk yang akan di buat.

Ada dua opsi, yang pertama Dinamically Expanding Image, yakni Virtual Harddisk dengan kuota tertentu. Kapasitasnya bergerak dinamis disesuaikan dengan pergerakan data Guest OS.

Fixed Image, yakni kapasitas tetap, tidak peduli dengan pergerakan data Guest OS, kapasitas akan selalu tetap.


Setelah memilih (di sarankan memakai Dinamically Expanding Image) lakukan setting.Klik next dan Finish.

Setting Lebih Lanjut



Meskipun sudah memiliki mesin, kita belum konfigurasi dengan benar. Pastikan mesin anda sudah terpilih lalu klik setting.



Pada bagian General tab Advanced rubah urutan boot loader, misalnya CD/DVD ROM, Floppy Disk, Harddisk. Gunakan tombol panah untuk mengatur urutannya. Kita juga dapat men-disable ACPI bila mau.



Selanjutnya pada pilihan CD/DVD ROM kita akan mengatur opsi Guest OS, di sini sebagai contoh akan digunakan file .iso Klik tombol Add untuk memilih file .iso

Menjalankan Machine



Untuk menjalankan machine, pastikan machine terpilih lalu klik Start. Akan ada peringatan auto capture keyboard. untuk mengaktifkan mouse kita tinggal melakukan klik. Untuk beralih ke Guest OS kita cukup menekan tombol keyboard Ctrl di sebelah kanan keyboard. Begitu juga sebaliknya untuk beralih ke Host OS, cukup tekan tombol Ctrl sebelah kanan.



Sekarang Machine (guest OS) sudah dapat dijalankan.


 download virtual

DOWNLOAD


Menu Turbo Pascal
Turbo Pascal memiliki 7 buah menu utama yang terdiri dari : File, Edit, Run, Compile, Options, Debug, dan Break / Watch. Untuk memilih salah satu dari menu itu anda bisa menekan tombol Alt + F (untuk memanggil menu file), atau menekan Alt + [huruf pertama dari menu].
Jika anda ingin kembali ke menu utama anda bisa saja menekan tombol F10, untuk pindah dari menu satu ke menu yang lain anda juga bisa menekan panah kanan atau panah kiri. Contohnya ketika anda berada di menu File maka untuk pindah ke menu Compile anda cukup menggunakan tombol panah kanan atau panah kiri , dan anda juga bisa langsung menekan huruf C. Untuk menutup menu anda bisa menggunakan tombol Esc. Sebetulnya akan lebh mudah jika memanggil sebuah menu dengan menggunakan hotkey, table dibawah ini adalah hotkey yang digunakan dalam turbo pascal :
KunciFungsiEkivalen menu
F1Mengaktifkan jendela pertolongan. File / Save
F2Menyimpan berkas yang ada pada editor. File / Load
F3 Memanggil program kedalam editor. Run / Go to cursor
F4 Mengeksekusi program sampai posisi kursor. Run / Trace into
F5 Memperbesar atau memperkecil jendela yang aktif. Compile / Make
F6 Mengganti jendela yang aktif.File / Pick
F7 Melacak kedalam subrutin. File / user screen
F8 Melompati pemanggil subrutin. Compile
F9 Mengaktifkan perintah ‘Make’Run / Program reset
F10 Berpindah dari menu-menu ke jendela yang aktif.
Alt + F1 Memanggil jendela pertolongan yang terakhir dibaca.
Alt + F3 Memilih berkas untuk dimuat.
Alt + F5 Memperlihatkan hasil eksekusi.
Alt + F6 Mengganti isi jendela yang aktif.
Alt + F9 Mengkompilasi program.
Alt + B Mengaktifkan menu Break / Watch.
Alt + C Mengaktifkan menu compile.
Alt + D Mengaktifkan menu debug.
Alt + E Mengaktifkan editor.
Alt + F Mengakaktifkan menu file.
Alt + O Mengaktifkan menu option.
Alt + R Mengaktifkan menu run.
Alt + X Keluar dari Turbo Pascal dan kembali ke DOS.
Ctrl + F1 Menampilkan menu pertolongan bahasa.
Ctrl + F2 Menghentikan pembetulan.
Ctrl + F3 Menampilkan isi tumpukan.Debug / Call Stack
Ctrl + F4 Melakukan penghitungan atau mengubah nilai peubah..Debug / Evaluate
Ctrl + F7 Menambahkan ungkapan pada jendela watch. .B / Add Watch
Ctrl + F8 Toggles Breakpoint..B / Toggle breakpoint
Ctrl + F9 Menjalankan program..Run / Run
Ctrl + F10 Menampilkan versi layar monitor.

Nah, itu tadi adalah beberapa hotkey yang ada pada Turbo Pascal, sekarang kita langsung aja yah mempelajari menu di Turbo Pascal ini.

1. Menu File : Didalam menu File banyak submenu yang bisa dipilih misalkan saja perintah Load / F3 yang berfungsi untuk memanggil berkas yang sudah tersimpan, dan banyak lainnya.
2. Submenu Load : Pilihan ini digunakan untuk memanggil program dari suatu folder atau directory ke dalam editor. Didalam submenu ini anda juga bisa memilih submenu yang lain dengan hanya menekan tombol huruf depan dari submenu yang dituju, contohnya anda mau ke submenu New, maka anda tinggal menekan huruf N.
3. Submenu Pick : Pilihan yang satu ini digunakan untuk mengambil salah satu dari beberapa buah program yang sebelumnya telah dimuat ke dalam jendela Edit. Hal ini ditujukan agar kita tidak perlu repot-repot lagi mencarinya di submenu load.
4. Submenu New :Program yang ada di editor akan dihapus dan program yang akan anda tulis dianggap sebagai program yang baru dengan nama NONAME.PAS, nama ini bisa anda rubah ketika anda mau menyimpannya.
5. Submenu Save [F2] : Pilihan ini digunakan untuk menyimpan suatu program yang sudah di edit ke dalam cakram atau folder, jika nama program itu masih NONAME.PAS maka Turbo Pascal akan menanyakan pada anda, nama apa yang akan anda berikan pada program yang akan disimpan tersebut. Atau anda juga bisa menekan tombol F2.
6. Submenu Write to : pilihan ini digunakan untuk menggantikan program lama dengan program yang baru (istilah kerennya Overwrite…☺). Jika nama program anda sudah ada pada cakram atau folder maka ada verifikasi dari Turbo Pascal untuk penggantian nama.
7. Submenu Directory : pilihan ini digunakan untuk menampilkan direktori dan nama-nama file yang anda inginkan. Anda juga bisa menggunakan pilihan Load.
8. Submenu Change Dir : Pilihan yang satu ini digunakan untuk menampilkan direktori yang sedang digunakan dan juga bisa digunakan untuk mengganti nama direktori yang baru.
9. Submenu OS shell : Perintah ini digunakan bagi anda yang ingin ke tampilan DOS tetapi tanpa mematikan Turbo Pascalnya, untuk kembali lagi ke Turbo Pascal, anda tinggal mengetikan “exit”, tetapi biasanya ketika anda sedang membuat suatu program atau mengedit suatu program perintah ini tidak dapat dijalankan karena kurangnya kapasitas memory.
10. Submenu Quit [Alt + x] : Dari namanya sudah jelas, perintah ini digunakan untuk keluar dari Turbo Pascal dan kembali ke prompt DOS.

11. Menu Edit : Perintah edit ini digunakan untuk mengaktifkan editor Turbo Pascal.
12. Menu Run [Ctrl + F9] : Perintah ini digunakan untuk mengeksekusi program yang sudah anda buat. Anda juga bisa menekan Ctrl + F9 untuk mengeksekusi program anda.
13. Submenu Program Reset [Ctrl + F2] : Pilihan ini digunakan untuk memberitahukan Turbo Pascal bahwa anda selesai dengan pembetulan-pembetulan dan menginisialisasi debugger untuk operasi yang lain. Pilihan ini sekaligus membebaskan pengingat yang telah dialokasikan dan menutup semua berkas, tetapi tidak merubah nilai-nilai perubah. Pilihan ini sangat berguna jika anda ingin menjalankan pilihan File / OS shell.
14. Submenu Go to Cursor [F4] : Pilihan ini digunakan untuk memulai / melanjutkan eksekusi program dimulai dari posisi saat eksekusi dimulai sampai tempat kursor berada. Jika kursor berada pada statement yang bersifat executable, seperti spasi atau baris komentar, maka eksekusi akan dilanjutkan sampai statement yang bersifat executable.
15. Submenu Trace Into [F7] :Perintah ini digunakan untuk mengeksekusi baris berikutnya, jika ada pemanggilan ke suatu subrutin, maka pelacakan akan dimulai dari statement pertama dari subrutin tersebut. Sekaligus juga akan memuat berkas-berkas atau unit Include jika dimungkinkan.
16. Submenu Step Over : Step over ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan Trace Into, hanya saja jika statement adalah sebuah prosedur atau fungsi, maka keseluruhan subrutin akan dikerjakan sekaligus dan debugger akan berhenti pada statement sesudah pemanggilan ke subrutin.
17. Submenu User screen [Alt + F5] : Pada umumnya perintah ini digunakan untuk melihat hasil dari program yang telah compile dan kita run. Pada tampilan ini IDE [Integrated Debugger Environment] berpindah-pindah pada saat anda menjalankan dan mendebug program. Perintah ini juga digunakan oleh File / OS shell.

Tampilan User Screen

18. Menu Compile [Alt + F9] : Perintah ini digunakan untuk mengkompile program atau bisa juga kita bilang kalau program yang telah kita buat tadi dengan bahasa pascal di terjemahkan kedalam bahasa komputer agar si komputer ini mengerti apa-apa saja perintah kita.
19. Submenu Make : Pilihan ini digunakan untuk mengaktifkan perintah make, jika file yang primer telah diberi nama, maka file ini akan dikompilasi, jika tidak maka file yang terakhir yang sedang dimuat di editor akan dikompilasi.. Pilihan ini sangat berguna jika terdapat beberapa program yang secara fisik terpisah tetapi secara logikanya merupakan suatu kesatuan.
20. Submenu Build : Perintah ini mirip dengan perintah make, hanya saja perintah build ini sifatnya bebas, sedangkan perintah make hanya akan mengkompilasi file-file selain file yang digunakan.
21. Submenu Destination [Memory] : Perintah ini secara umumnya hanya berfungsi untuk memilih apakah hasil kompilasi akan disimpan dalam cakram atau folder sebagai file yang bertipe .EXE atau hanya di pengingat utama yang akan hilang pada saat anda keluar dari Turbo Pascal.
22. Submenu Find Error : Dari namanya anda pasti sudah tahu, yah perintah ini digunakan untuk menentukan lokasi kesalahan pada saat program dijalankan [run time error]. Lokasi kesalahan dinyatakan dengan format seg:off, misalnya 2BE0:FFD4. jika anda kembali ke IDE, turbo pascal akan menempatkan kursor pada baris dimana terjadi kesalahan. Jika anda terlanjur memindahkan kursor sembarangan maka anda bisa memindahkan kembali kursor ke tempat kesalahan dengan menekan Ctrl + Q + W.
23. Submenu Primary File : Perintah ini digunakan untuk menyatakan bahwa file .PAS akan dikompilasi pada saat make [F9] atau build [Alt + C + B] diaktifkan.
24. Submenu Get info : Tidak salah lagi, perintah ini digunakan untuk menampilkan jendela informasi dari program .PAS yang sedang anda gunakan, termasuk ukuran kode sumber [dalam sumber dan baris], ukuran file .EXE atau .TPU dalam byte dan data
25. Menu Options : Pilihan pada menu yang satu ini berfungsi mengkonfigurasi untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas-fasilitas pada turbo pascal.
26. Submenu Compiler : Pilihan ini didalamnya pun masih banyak perintah yang lainnya seperti pengecekan batas, pengecekan tumpukan dll, seperti yang anda lihat pada gambar di atas. contohnya pengecekan batas [Range checking] adalah sama dengan {$R}. sekarang saya akan coba jelaskan satu persatu agar lebih jelas dari masing-masing penggunaan ini.
27. Range checking [Off]: Perintah ini digunakan untuk menghidupkan atau mematikan pengecekan batas. Jika dihidupkan, kompiler akan membangkitkan kode yang akan mencek batas index pada array dan string dan juga nilai yang dihasilkan dalam suatu statement pemberian. Pilihan ini sama dengan petunjuk kompiler {$R}.
28. Stack checking [On]: Digunakan untuk menghidupkan atau mematikan pengecekan kesalahan operasi I/O. Jika dihidupkan pada saat terjadi kesalahan operasi I/O proses akan langsung dihentikan. Jika dimatikan, kode kesalahan akan tersimpan dalam fungsi IO Result. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$I}.
29. Force far calls [Off]: Digunakan untuk memilih model pemanggilan terhadap prosedur atau fungsi yang telah dikompilasi. Model pemanggilan bisa secara far atau near. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$F}.
30. Allign Data [Word] : Digunakan untuk mengatur cara penyimpanan perubah dan konstanta bertipe dari byte ke word atau sebaliknya. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$A}.
31. Overlay Allowed [Off] : Mengaktifkan atau menonaktifkan pembakitan kode Overlay. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$O}.
32. Var string checking [Strict] : Digunakan untuk mengendalikan cara pengecekan data string yang digunakan sebagai parameter berubah. Pilihan sama dengan penunjuk kompiler {$V}.
33. Boolean Evaluation [Short Circuit] : Digunakan untuk memilih pembangkitan kode pada saat operasi logika [operasi Boolean] dijalankan. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$B}.
34. Numeric Processing [Software] : Digunakan untuk memilih pembangkitn kode operasi titik mengambang [floating point] yang didukung oleh Turbo Pascal. Pilihan ini juga sama dengan penunjuk kompiler {$N}
35. Emulation [On] : Mengaktifkan atau menonaktifkan linking dengan run – time yang mengemulasikan ke prosessor numeric 8087. pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$E}
36. Debug Information [On] : Digunakan untuk membangkitkan atau tidak membangkitkan informasi pada saat didalam program terjadi kesalahan. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$D}.
37. Local Symbol [On] : Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan symbol informasi local.
38. Conditional defines: Digunakan untuk menyatakan penunjuk kompiler berkondisi.
39. Memory sizes: Digunakan untuk mengkonfigurasi peta pengingat. Dengan penunjuk kompiler{$M}.
40. Stack Size: ukuran segmen tumpukan maksimum 64 K dengan standart 16 K.
41. Low Heap limit: ukuran heap minimum standart adalah 0 K.
42. High Heap limit: ukuran heap maksimum adalah 655360 byte.
43. Submenu Linker Pilihan ini digunakan untuk mengatur konfigurasi built in linker.
44. Map File [Off] : Menentukan berapa banyak informasi dalam berkas peta map yang akan dihasilkan. Berkas peta akan ditempatkan dalam direktori .EXE dengan akhiran .MAP
45. Segment : Informasi segment [Nama, Ukuran, Awal dan Akhir segment dan kelasnya].
46. Public : Informasi segment, semua nama-nama symbol dan alamatnya dan titik masukkan program.
47. Detailed : segement, informasi symbol dan titik masukkan program dan nomor barisnya dan tabel-tabel modul.
48. Submenu Environment Pilihan ini digunakan untuk memberitahukan Turbo Pascal dimana bisa ditemukan berkas yang akan dikompilasi, di link dengan dilengkapi dengan menu-menu pertolongan.
49. Config Auto Save [Off] : Digunakan untuk mencegah kehilangan setting komfigurasi yang telah anda lakukan.
50. Edit Auto Save [Off] : Digunakan untuk mencegah kehilangan berkas yang disebabkan oleh penyimpanan otomatis pada saat anda menggunakan Run / Step Over atau Run / Run.
51. Backup Files [On] : Secara standard, turbo pascal akan membangkitkan berkas backup pada saat anda menyimpan berkas. Yang biasa kita lihat dengan .BAK
52. Tab Size [2] : Digunakan untuk mengatur ukuran Tab pada editor. Ukuran yang diperbolehkan adalah 2 sampai 16 dengan defaultnya 8.
53. Zoom Windows [Off] : Jika di On kan maka, Jendela Edit, Watch, dan Output akan diperluas sampai satu layar penuh.
54. Screen Size [25 line] : Digunakan untuk memilih ukuran layar. Dengan standard 25 baris, 43 baris [EGA] atau 50 baris [VGA]. Pilihan ini hanya bisa diaktifkan jika perangkat kerasnya mendukung.
55. Submenu Directories : Pilihan menu ini digunakan untuk menunjukkan kepada Turbo Pascal lokasi setiap direktori yang diperlukan.
56. Turbo directory : Digunakan untuk menemukan berkas konfigurasi [.TP] dan berkas pertolongan [Turbo.HLP].
57. EXE & TPU directory : Digunakan untuk menyimpan berkas .EXE dan .TPU.
58. Include Directories : Digunakan untuk menentukan direktori yang berisi Include File.
59. Unit Directories : Digunakan untuk memberitahu TP dimana berkas-berkas unit berada.
60. Object Directories : Digunakan untuk menentukan direktori yang berisi berkas [.OBJ].
61. Pick file name : Digunakan untuk menentukan nama dan lokasi pick file.
62. Current pick file : Digunakan untuk menunjukkan nama dan lokasi pick file, jika ada.
63. Submenu Parameters : Digunakan untuk memberikan parameter baris perintah [Command Line parameters] pada program-program yang akan dijalankan.
64. Submenu Save Option : Digunakan untuk menyimpan semua pengaturan dalam menu Compiler, Environment, dan Directories dalam berkas konfigurasi [standardnya adalah TURBO.TP]
65. Submenu Retrieve Options :Digunakan untuk memuat berkas konfigurasi yang sebelumnya disimpan dengan pilihan save.
66. Menu Debug : Pilihan-pilihan yang ada dalam menu ini terutama digunakan untuk melacak nilai-nilai perubah, mencari letak suatu fungsi atau prosedur dan lain-lain.
67. Submenu Evaluate [Ctrl + F4] : Dengan pilihan ini anda akan dibawa ke suatu jendela dengan 3 kotak yang memungkinkan anda untuk menuliskan sembarang nama perubah / ungkapan, menunjukan nilai perubah / ungkapan saat itu an memungkinkan anda untuk memberikan nilai yang baru untuk sembarang perubah.
68. Submenu Call Stack [Ctrl + F3] : Pada saat anda melakukan debugging, suatu jendela yang menunjukan daftar pemanggil prosedur dan fungsi akan terlihat.
69. Submenu Find Procedure : Memungkinkan anda untuk menuliskan nama prosedur dan fungsi dan kemudian mencari dalam program yang sedang anda aktifkan.
70. Submenu Integrated Debugging [On] Jika dipilih On, debugging dilakukan menggunakan IDE.
71. Submenu Stand Alone Debugging [Off] Jika diset Off, dan compile / destination dipilih ke Disk debug information akan ditambahkan ke dalam berkas .EXE untuk digunakan oleh Turbo Debugger.
72. Submenu Display Swapping [Smart] Penampilan pada layar bisa dipilih salah satu dari 3 pilihan, Smart, Always atau Never.
• Smart : debugger akan melihat kode yang sedang dieksekusi untuk melihat apakah perlu menampilkan hasilnya ke layar.
• Always : pilihan ini akan menyebabkan layar dipindah setiap kali suatu statement dieksekusi.
• Never : pilihan ini akan memberitahukan debugger untuk tidak melakukan pemindahan layar.
73. Submenu Refresh Display : Pilihan ini digunakan untuk memanggil kembali layar IDE. Hal ini perlu, terutama jika program anda merusak tampilan yang sudah ada dalam layar.

Menu Break / Watch
74. Submenu Add Watch [Ctrl + F7] : Digunakan untuk menambahkan rinci data, perubah atau ungkapan kedalam jendela watch.
75. Submenu Delete Watch : Untuk menghapus ungkapan dalam jendela Watch pada saat jendela ini terlihat.
76. Submenu Edit Watch : Pilihan ini akan membawa posisi watch ke kotak input sehingga anda bisa mengubahnya.
77. Submenu Remove All Watches : Menghapus semua rinci dalam jendela watch sekaligus memperkecil ukurannya sampai minimum.
78. Submenu Toggle Breakpoints [Ctrl + F8]: mengatur suatu baris sebagai breakpoint. Dalam editor breakpoint ditunjukkan dengan highlight text.
79. Submenu Clear All Breakpoints: Menghapus semua breakpoint yang telah diset.
80. Submenu View Next Breakpoint : Digunakan untuk menggerakkan kursor ke posisi breakpoint berikutnya.
Perintah Dasar untuk Menggerakkan Kursor
Tombol Fungsi
Ctrl + S atau panah kiri
Ctrl + D atau panah kanan
Ctrl + A atau Ctrl + panah kiri
Ctrl + F atau Ctrl + panah kanan
Ctrl + E atau panah naik
Ctrl + X atau panah turun
Ctrl + W
Ctrl + Z
Ctrl + R atau PgUp
Ctrl + C atau PgDown Bergerak ke kiri satu karakter
Bergerak ke kanan satu karakter
Bergerak ke kiri satu kata
Bergerak ke kanan satu kata
Bergerak ke atas satu baris
Bergerak ke baah satu baris
Memutar layar ke atas
Memutar layar kebawah
Kehalaman sebelumnya
Kehalaman berikutnya


Perintah Kursor Tambahan
Tombol
Ctrl + U
Ctrl + O + I atau Ctrl + Q + I
Ctrl + P
Ctrl + K + D atau Ctrl + K + Q
Ctrl + Q + F
Ctrl + Q + A
Ctrl + Qn
Ctrl + Q + W
Ctrl + O + O
F10
Ctrl + F1
F3
Ctrl + O + F
Ctrl + Q + [
Ctrl + Q + ]
Ctrl + L
Ctrl + Q + L
Ctrl + K + S atau F2
Ctrl + Kn
Ctrl + I atau Tab
Ctrl + O + T atau Ctrl + Q + T
Ctrl + O + U Fungsi
Membatalkan kegiatan
Meng – On atau meng – Off kan autoindent
Awal karakter kendali
Keluar dari editor tanpa menyimpan
Mencari kata
Mencari kata dan menggantinya
Mencari penanda tempat
Menuju ke posisi kesalahan
Menyisipkan penunjuk kompiler
Mengaktifkan menu utama
Pertolongan bahasa
Memuat berkas
Mengisi On / Off secara optimal
Pasangan tanda kurung kedepan
Pasangan tanda kurung kebelakang
Mengulang pencarian terakhir
Menyimpan kembali baris
Menyimpan dan meneruskan
Mengatur penanda tempat
Tab
Mode Tab
Unindent On / Off






Tombol-Tombol Kendali Operasi Blok
Tombol Fungsi
Ctrl + K + Y
Ctrl + K + V
Ctrl + K + C
Ctrl + K + W
Ctrl + K + H
Ctrl + K + R
Ctrl + K + T
Ctrl + K + P
Ctrl + K + I
Ctrl + K + U
Menghapus blok
Memindah blok ke tempat lain
Membuat duplikat blok
Meyimpan blok ke dalam cakram
Menyembunyikan atau menampilkan blok
Membaca blok dari cakram untuk digabung di merge
Menandai satu kata
Mencetak satu blok
Mengident blok
Mengunident blok



Untuk lebih jelasnya tentang pengoperasian blok diatas, lebih baik kita langsung saja praktekan, disini saya akan memberikan contoh yang paling mudah yaitu mengkopi blok
Tampilan sebelum suatu blok dipilih Procedure FLU.GERAK samapai end [8 baris] akan dipilih sebagai blok. Maka kita letakkan kursor kita di huruf p di kata procedure dan kita tekan Ctrl + K + B. kemudian kursor dipindahkan ke tempat di sebelah kanan d dari kata end dan kita tekan Ctrl + K + K. maka tampilan akan berubah menjadi tampilan yang dibawah ini.
Tampilan setelah diblok Untuk mengkopi blok, tempatkanlah kursor dimana blok tersebut akan dikopi. Kemudian tekanlah Ctrl + K + C maka blok akan dikopi. Begitu juga dengan perintah blok yang lain, caranya sama dengan teknik pengkopian diatas…
Tampilan sesudah di kopi Nah, itulah sekilas tentang Editor di dalam Turbo Pascal, semoga bisa membantu anda yang menyukai pascal dan yang belum mencoba silahkan mencoba karena gak ada salahnya anda memiliki ilmu yang banyak….. Dan tunggu edisi berikutnya….

Download Turbo Pascal 7.0 Gratis

Download Turbo Pascal 7.0 Gratis

Siang mas bro saya ada software nih keren namanya Turbo Pascal 7.0, saya mengenal software ini pagi tadi sekitar [jam 09.00 pagi] sewaktu saya kuliah. Turbo Pascal adalah sebuah sistem pengembangan perangkat lunak yang terdiri atas kompiler dan lingkungan pengembangan terintegrasi (dalam bahasa inggris: Integrated Development Environment - IDE) atas bahasa pemrograman pascal untuk sistem operasi CP/M, CP/M-86, dan MS-DOS, yang dikembangkan oleh Borland pada masa kepemimpinan Philippe Kahn. Nama Borland Pascal umumnya digunakan untuk paket perangkat lunak tingkat lanjut (dengan kepustakaan yang lebih banyak dan pustaka kode sumber standar) sementara versi yang lebih murah dan paling luas digunakan dinamakan sebagai Turbo Pascal. Nama Borland Pascal juga digunakan sebagai dialek spesifik Pascal buatan Borland.

Borland telah menembangkan tiga versi lama dari Turbo Pascal secara gratis disebabkan karena sejarahnya yang panjang khusus untuk versi 1.0, 3.02, dan 5.5 yang berjalan pada sistem operasi MS-DOS.

Aplikasi ini saya belum paham benar dengan cara menggunakannya, kalau kamu ingin mencobanya silakan kalian download dibawah ini:

download

perintah-perintah Turbo Pascal

erintah – Perintah Unit System Golongan Arithmatic di Turbo Pascal
Perintah –perintah berikut ini adalah perintah –perintah yang tidak perlu menggunakan perintah USES pada awal program, lebih tepatnya tidak perlu menggunakan Uses System. Semua perintah yang tergabung dalam Unit System bisa langsung diterjemahkan oleh kompiler turbo pascal. Sebab perintah – perintah yang ada dalan Unit System adalah perintah – perintah utama dalam Turbo Pascal. Tetapi jika anda memasukkan perintah dari unit lain, maka perintah USES harus diberikan pada awal program diikuti nama unit dari perintah yang bersangkutan.
Berikut adalah perintah-perintah Unit System Golongan Arithmatic:
Int :
Perintah untuk mengabaikan angka dibalik koma. Penggunaannya : Int(45,78)=45
Frac:
Mengambil desimal suatu bilangan. Frac(45,78)=0,78 . (Frac=Fraction)
Sqr:
Mencari pangkat 2 dari suatu bilangan. Sqr(3)=9. (Sqr=Square)
Sqrt:
Mencari akar pangkat dua dari suatu bilangan. Sqrt(16)=4. (Sqrt=Square Root)
Exp:
Untuk mencari eksponensial (exponential) dari suatu bilangan. Contoh Exp dari 1 =2,72
Ln:
Mencari logaritma natural dari suatu bilangan. (Ln=logarithma natural).
Pi :
Untuk memasukkan bilangan pi (3,1415926536)
Sin :
Untuk mencari Sinus dari suatu bilangan dalam satuan radian.
Bentuk umumnya adalah: Sin(angka)
Untuk mengkonversi kedalam derajat, maka harus ditambahkan rumus:Sin(Angka/(180/Pi).
Cos:
Untuk mencari Cosinus dari suatu bilangan dalam satuan radian.
Bentuk umumnya adalah : Cos(angka)
Untuk mengkonversi kedalam derajat maka harus ditambahkan rumus:Cos(angka/(180/Pi)
Tan:
Turbo pascal tidak menyediakan perintah untuk mencari tangen dari suatu bilangan. Tetapi dengan perintah Sinus dan Cosinus, maka Tangen dari suatu bilangan dengan dicari dengan rumus : Tan=Sin(angka)/Cos(angka)
Arctan:
Untuk mencari Arctangen dari suatu bilangan.
ArcSin:
Sama dengan Tan, Turbo Pascal tidak menyediakan perintah untuk mencari Arcsinus dari suatu bilangan. Tetapi dengan adanya perintah Arctan, Sqr dan Sqrt, maka ArcSin dari suatu bilangan dapat dicari dengan rumus : ArcSin(x)=ArcTan(x/Sqrt (1-Sqr(x))), dimana x adalah bilangan Real.
ArcCos:
Turbo pascal tidak menyediakan ArcCos.Rumusnya adalah : ArcCos(x)=ArcTan(sqrt(1-sqr(x)) /x), dimana x adalah bilangan Real.
Abs:
Untuk mencari absolut (menghilangkan tanda negatif) dari suatu bilangan.